Ringkasan Berita:
- Donald Trump beri hadiah ke Iran, longgarkan sanksi ekspor minyak
- Selama masa negosiasi nuklir, Iran diperbolehkan ekspor minyak secara terbatas
- Kebijakan ini dinilai bisa membantu ekonomi Iran pasca perang
TRIBUNSTYLE.COM – Di tengah konflik Iran-Amerika Serikat yang masih berlanjut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ‘hadiah’ yang membuat Teheran girang.
Media semi-resmi Iran melaporkan bahwa Trump berencana membekukan sementara sanksi ekspor minyak Iran selama masa negosiasi soal nuklir berlangsung.
Kantor berita Tasnim merupakan kantor berita pertama yang melaporkan hal ini.
Menurut sumber dari Iran yang dekat dengan tim negosiasi Teheran, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan Amerika Serikat atau OFAC berencana memberikan dispensasi sementara kepada Iran.
Kebijakan ini membuat Iran sedikit longgar terkait ekspor minyak mereka.
Teheran bisa melakukan ekspor minyak secara terbatas selama proses diplomatis berlangsung.

Sejumlah analis menilai keputusan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan ekonomi Iran yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami krisis akibat pembatasan perdagangan dan ekspor energi.
Selama ini, sektor minyak menjadi tulang punggung ekonomi Iran dan sumber utama pemasukan negara.
Namun, sanksi dari Amerika Serikat membuat ekspor minyak Iran turun drastis sehingga berdampak langsung pada pendapatan pemerintah, stabilitas ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat.
Tekanan tersebut memicu lonjakan inflasi, melemahnya nilai mata uang rial Iran, serta meningkatnya angka pengangguran di berbagai sektor industri dan perdagangan.
Dengan adanya pelonggaran sementara sanksi minyak, Iran diperkirakan dapat meningkatkan kembali pemasukan negara dari sektor energi.
Kebijakan itu juga diharapkan membantu menjaga pasokan energi domestik yang sempat terganggu akibat konflik regional dan tekanan internasional.