Polemik Warung Mie Babi Sukoharjo Berlanjut, Warga Jalan Keliling Kampung Bawa Poster Penolakan

Ringkasan Berita:

  • Ratusan warga Sudimoro, Parangjoro, Sukoharjo menggelar doa bersama dan jalan sore usai tuntutan terkait Mi Babi Tepi Sawah direspons Pemkab.
  • Aksi yang awalnya direncanakan sebagai unjuk rasa diubah menjadi aksi damai keliling kampung sambil membawa poster penolakan menu non halal.
  • Warga menegaskan tidak meminta warung ditutup, namun meminta menu non halal dihapus dari usaha tersebut.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Ratusan warga Kampung Sudimoro, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo menggelar doa bersama dan jalan sore usai tuntutan mereka terkait polemik Warung Mi Babi Tepi Sawah mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang awalnya direncanakan sebagai aksi penyampaian pendapat di muka umum itu akhirnya diubah menjadi doa bersama dan jalan sore keliling kampung setelah adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Warga sebelumnya berkumpul di halaman Masjid Nur Huda yang berada di tengah permukiman warga. Dalam kegiatan tersebut, massa mendengarkan orasi dari koordinator aksi, Bandowi.

Usai orasi dan doa bersama, warga kemudian berjalan mengelilingi kampung sambil membawa poster penolakan terhadap keberadaan warung non halal yang menjual olahan daging babi di lingkungan mereka.

Koordinator aksi, Bandowi, mengatakan warga awalnya berencana menggelar aksi di pinggir jalan. Namun rencana itu dibatalkan setelah ada respons dari Pemkab Sukoharjo.

“Kegiatan ini awalnya ingin mengemukakan pendapat di muka umum sesuai undang-undang, tetapi tadi dari pemerintah Kabupaten Sukoharjo di akhir-akhir jam kita sudah di respons dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

“Dari yang awalnya rencana kita unjuk rasa di pinggir jalan, kita ganti jalan sore dan doa bersama,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *